
Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung akan menyelenggarakan pelatihan Digital Marketing dan Afiliasi Pemasaran Digital pada 19–23 Oktober 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Tailor Made Training (TMT) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang diarahkan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa menghadapi dunia kerja dan usaha. Menurut Kepala Program Studi Ekonomi Syariah sekaligus penanggung jawab kegiatan, Anas Malik, M.E.Sy., program ini bertujuan membekali mahasiswa agar setelah lulus mampu menguasai kewirausahaan digital. Melalui keterampilan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk, memperluas jangkauan konsumen, serta mengembangkan peluang usaha secara mandiri.
Dalam persiapan penyelenggaraannya, verifikasi dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PPV) Kementerian Ketenagakerjaan Provinsi Lampung. Tim yang melakukan verifikasi terdiri atas Mokhamad Khafidhin dan Halomoan Toba Rannu Gultom, yang masing-masing bertugas sebagai instruktur. Proses tersebut menjadi bagian dari tahapan persiapan pelaksanaan program dan akan ditindaklanjuti melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Perjanjian ini akan menjadi dasar kerja sama penyelenggaraan pelatihan, termasuk pembagian peran dan tanggung jawab para pihak. Koordinasi tersebut diharapkan mendukung pelaksanaan kegiatan yang terarah dan sesuai dengan tujuan peningkatan kompetensi mahasiswa Ekonomi Syariah.
Dekan FEBI UIN Raden Intan Lampung mengapresiasi rencana program tersebut sebagai kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas keterampilan di luar pembelajaran akademik. “Kami mendukung pelatihan bersama Kemnaker ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan. Kemampuan pemasaran digital dan afiliasi diharapkan menjadi bekal mahasiswa untuk memasuki dunia kerja maupun merintis usaha. Penguasaan keterampilan tersebut juga perlu disertai kejujuran, tanggung jawab, dan penerapan etika bisnis syariah,” ungkapnya. Ia berharap kerja sama ini dapat terus dikembangkan sehingga mahasiswa memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi sekaligus menerapkan pengetahuan ekonomi syariah dalam kegiatan kewirausahaan digital.